Senin, 20 Maret 2017



SIX SIGMA DAN TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM)



Six Sigma


Istilah six sigma ini dipopulerkan oleh Motorola, Honeywell, dan General Electric. Six Sigma adalah sebuah proses bisnis yang secara tingkat drastis meningkatkan kinerja dengan cara mendesain dan memonitori kegiatan bisnis setiap hari untuk mengurangi cacat dan sumber daya sementara kepuasan konsumen tetap terjaga. sangat terfokus terhadap pengendalian dalam kualitas dengan mendalami sistem produksi perusahaan secara keseluruhan . Six Sigma, berbagai didefinisikan sebagai suatu filosofi perbaikan terus-menerus, ukuran variasi atau, paling umum, sebuah proses metrik kinerja, adalah sebuah metodologi untuk mengurangi biaya bisnis proses dan limbah, meningkatkan kualitas dan kinerja pengiriman, dan memastikan bahwa kebutuhan klien lebih baik dipahami dan ditemui oleh manajemen dan staf . Seperti proses bagaimana kita tidak akan membuat barang cacat tiap produk atau jasa yang diterima pelanggan, semakin sedikit cacat yang dibuat maka sigma levelnya akan semakin tinggi pula.

Dalam memecahkan suatu masalah, Six Sigma menyediakan beberapa metode metode yang kita singkat sebagai DMAIC. Diantaranya adalah :

  • Define yaitu mendefinisikan masalah yang terjadi dalam proses produksi
  • Measure yaitu mengukur tingkat kesulitan dan terjadinya produk cacat
  • Analyze yaitu mencari sumber atau akar dari masalah
  • Improve yaitu menentukan, memprioritaskan dan mengimplementasikan solusi dari tiap masalah yang sudah di validasi
  • Control yaitu menjaga agar solusi yang diterapkan berjalan agar masalah tidak muncul kembali

Six sigma bisa dipakai juga sebagai praktek sistem manajemen yang fokusnya pada empat area:

  • Memahami siapa pelanggan dan kebutuhan pelanggannya.
  • Menyeleraskan strategi dan proses-proses inti dalam memenuhi kebutuhan tersebut.
  • Menggunakan analisa data untuk memahami masalah.
  • Infrastruktur yang kuat, untuk menjamin jalannya aktivitas berjalan dengan lancar.



Istilah dalam Konsep Six Sigma

1. Black Belts

2. Green Belts

3. Master Black Belts

4. Champion

5. Critical to Quality

6. Defect

7. Defect Per Million Opportunities (DPMO)

8. Process Capability Pelanggan.

9. Variation

10. Stable Operation

11. Design For Six Sigma (DFSS)

12. Define, Measure, Analyze, Improve and Control (DMAIC)



Konsep Six Sigma

Terdapat enam aspek kunci yang perlu diperhatikan dalam aplikasi konsep Six Sigma yaitu :

1. Identifikasi pelanggan anda.

2. Identifikasi produk anda.

3. Identifikasi kebutuhan anda dalam memproduksi produk untuk pelanggan anda.

4. Definisikan oleh proses anda.

5. Hindarkan kesalahan dalam proses anda dan hilangkan semua pemborosan yang ada.

6. Meningkatkan proses anda secara terus-menerus menuju target Six Sigma.


Kelebihan Six Sigma



  • Kualitas lebih diperhatikan sehingga produk cacat sangat kecil terjadi
  • Waktu pembuatan lebih cepat
  • Biaya yang dikeluarkan lebih sedikit
  • Kepuasan pelanggan lebih tinggi
  • Sifatnya tidak statis
  • Dapat diterapkan dalam perusahaan jasa atau non jasa
  • Bisa mendapat respon balik dengan cepat dari pelanggan

Kekurangan Six Sigma



  • Perlunya ketekunan dalam menjalankan strategi ini karena demi mendapatkan suatu produk yang baik harus dilakukan pemantauan secara teratur
  • Perlu orang-orang yang memang terlatih dan memiliki pengetahuan tinggi karena tuntutan untuk terus mengurangi produk cacat
  • Dalam perencanaannya perlu waktu yang cukup lama karena harus mencari cara yang dapat memproduksi dengan produk cacat terendah


Total Quality Management

TQM adalah "suatu pendekatan manajemen untuk suatu organisasi yang terpusat pada kualitas, berdasarkan partisipasi semua anggotanya dan bertujuan untuk kesuksesan jangka panjang melalui kepuasan pelanggan serta memberi keuntungan untuk semua anggota dalam organisasi serta masyarakat.". Total Quality Management atau TQM ini menggunakan strategi, data dan komunikasi yang efektif ke dalam kegiatan-kegiatan perusahaan. Singkatnya, Total Quality Management (TQM) adalah pendekatan manajemen untuk mencapai keberhasilan jangka panjang melibatkan Kepuasan Pelanggan.


Manajemen yang dilakukan dalam strategi TQM, yaitu :

  • Manajemen Harian
  • Manajemen Kebijakan
  • Manajemen Cross-functional
  • Gugus Kendali Mutu
  • Manajemen Keselamatan Kerja


Elemen Pokok TQM

Ada 8 Elemen pokok dalam TQM, yaitu :


1. Fokus pada Pelanggan (Customer Focussed)

Pelanggan merupakan pihak yang wajib menentukan apakah kualitas produk maupun jasa yang dihasilkan perusahaan memenuhi kebutuhan atau tingkatan kualitas yang diinginkannya.Pelangganlah yang menentukan apakah upaya-upaya yang dilakukan bermanfaat atau tidak.

2. Keterlibatan Karyawan secara keseluruhan (Total Employee Involvement)

Karyawan merupakan sumber daya perusahaan yang penting dalam mencapai tujuan yang direncanakannya. Oleh karena itu, keterlibatan karyawan secara keseluruhan dapat mendukung perusahaan dalam melakukan peningkatan proses dan kualitas ,dan Diperlukan pelatihan dan peningkatan terhadap keterampilan karyawan dalam mengerjakan tugasnya.

3. Pemusatan perhatian pada Proses (Process-centered)

Perhatian peningkatan proses yaitu merupakan pondasi dasar dalam sistem manajemen TQM. Proses serangkaian langkah-langkah yang dimulai dari penerimaan INPUT dari supplier dan meng-transformasi-nya menjadi OUTPUT yang akan dikirimkan ke pelanggan.

4. Sistem yang Terintegrasi (Integrated System)

Meskipun terdapat banyak keahlian dan ruang lingkup kerja dalam suatu perusahaan yang membentuk departementalisasi secara vertikal maupun horizontal. Semuanya memerlukan suatu sistem yang terintegrasi dengan baik agar visi, misi, strategi, kebijakan, tujuan dan sasaran perusahaan dapat dikomunikasikan dengan baik dan jelas kepada semua karyawan.

5. Pendekatan Strategi dan Sistematik (Strategy and Systematic Approach)

Salah satu bagian yang penting dalam Manajemen Kualitas adalah pendekatan Strategi dan Sistematik dalam mencapai Visi, Misi dan Tujuan Perusahaan.

6. Peningkatan yang berkesinambungan (Continual Improvement) 

Peningkatan berkesinambungan mendorong perusahaan untuk melakukan analisis dan menciptakan cara-cara yang lebih bersaing dan efektif dalam mencapai tujuan perusahaan dan memenuhi harapan semua pihak yang berkepentingan.

7. Keputusan berdasarkan Fakta (Fact-based decision making)

Untuk mengetahui sejauh mana kinerja suatu perusahaan, diperlukan data untuk mengukurnya. TQM mewajibkan perusahaan tesebut untuk mengumpulkan dan melakukan analisis data agar keputusan yang diambil benar-benar akurat dan tepat sasaran.

8. Komunikasi (Communications)

Dalam operasional sehari-hari, perusahaan pasti akan mengalami perubahan baik perubahan dalam strategi, kebijakan, jadwal maupun metode pelaksanaan. Perubahan tersebut perlu dikomunikasikan dengan baik kepada semua karyawan yang bersangkutan. Komunikasi yang baik juga akan menimbulkan motivasi dan semangat kerja dalam mencapai tujuan perusahaannya.

Kelebihan dari Total Quality Management


  • Memiliki kerja tim yang baik.
  • Kesuksesan bisa bertahan lama karena tujuan TQM adalah untuk kesuksesan jangka panjang.
  • Lebih memenuhi kebutuhan pasar.
  • Penghargaan diberikan atas kinerja yang baik.



Kelemahan dari Total Quality Management

  • Kualitas sering di kesampingkan, Pada banyak organisasi, apabila pemimpin meninggalkan perusahaannya, kualitas kemudian diabaikan.
  • Kualitas menjadi masalah yang selalu dihadapi, anyak perusahaan yang membuat kualitas tidak jelas dengan menetapkan tujuan tanpa memilki cara untuk memonitor kemajuan pencapaian tujuan tersebut.
  • Kurangnya pemantauan atas cacat produksi



Sebagian Sumber :

Sumber 1

Sumber 2

Wikipedia

Rabu, 15 Maret 2017

Manajemen Layanan Sistem Informasi



Manajemen Layanan Sistem Informasi



Apa kalian tau maksud dari Manajemen Layanan Sistem Informasi ? Sebelum membahas tentang Manajemen Layanan Sistem Informasi ,kita terlebih dahulu mempelajari apa yang di maksud dengan Manajemen, Layanan dan Sistem informasi.

Manajemen

Kata manajemen berasal dari Bahasa Latin, Manajemen adalah kemampuan dimana dalam mempengaruhi orang lain agar mau melakukan dan menuruti sesuatu apa yang kita mau. Bisa juga merupakan suatu proses agar mencapai suatu tujuan atau goals dengan bekerja sama melalui orang lain dengan melakukan kegiatan dari empat fungsi utama yaitu merencanakan (planning), mengorganisasi (organizing), memimpin (leading), dan mengendalikan (controlling).

Layanan

Menurut Antonious Aditya dan Onno Purbo yaitu layanan adalah sebuah produk yang memberikan solusi kepada pelanggan atau juga bisa dikatakan dalam menyediakan apa yang dibutuhkan orang lain. Semisal di dalam layanan perusahaan,kita harus mampu melayani dengan cepat dan tepat, dan juga bertanggung serta mampu berkomunikasi dengan jelas mengerti apa kebutuhan dan keinginan pelanggan. Sedangkan Layanan Informasi adalah penyampaian berbagai informasi kepada sasaran layanan agar dapat mengolah dan memanfaatkan sarana informasi itu demi kepentingan hidup dan perkembangannya.

Sistem Informasi

Pengertian sistem informasi adalah sistem yang menyediakan informasi untuk manajemen pengambilan keputusan dan menjalankan dengan melibatkan kecanggihan teknologi informasi untuk mencapai suatu tujuan tertentu.



Manajemen Layanan Sistem Informasi

Sebuah metode yang diterapkan sebagai layanan untuk mengatur Sistem guna memenuhi kebutuhan masyarakat dibidang informasi atau suatu Proses dimana layanan dalam suatu organisasi dari berbagai sistem kerja dimana manusia dan mesin melakukan suatu pekerjaan dengan menggunakan sumber daya yang mampu menyediakan informasi bagi para pelanggan . Dengan adanya manajemen layanan sistem informasi dilingkungan besar, seperti lingkup yang luas, manajemen layanan sangat membantu bagi pengguna informasi. Selain informasi yang diterima lebih bermanfaat, informasi juga pasti lebih efisien dalam waktu karena adanya manajemen tersebut.

Manfaat

Ada beberapa manfaat Manajemen Layanan SIstem Informasi :

  • Dengan adanya Manajemen Layanan Sistem Informasi kita dapat mengurangi biaya dan dapat menghasilkan pendapatan yang lebih besar.
  • Menambah kecepatan akses / aksesibilitas data yang tepat waktu dan akurat.
  • Dapat mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan bagi pendukung sistem informasi.
  • Menjamin keterampilan dan kualitas dalam manfaat sistem informasi secara baik.

Peranan Manajemen Layanan Sistem Informasi


Dalam kali ini Peranan Manajemen Layanan Sistem Informasi memiliki peran yang sangat amat besar dan berpengaruh di dalam organisasi karena semakin canggih kemampuan tekhnologi computer di jaman sekarang dan semakin murah pula biaya pemanfaatan teknologi computer. Dengan menggunakan Manajemen Layanan Sistem Informasi maka dalam perusahaan dapat meningkatkan kepuasan dari pelanggan, pelayanan yang unggul,dan menghasilkan produk yang berkualitas dan juga menciptakan persaingan yang sehat. Dalam garis besar Biasanya Peranan adalah sistem rencanaan bagian dari suatu pengendalian internal suatu business yang meliputi sekitar masalah pemanfaatan manusia, procedure, tekhnologi dan dokumen, oleh akuntansi bidang manajemen untuk memecahkan masalah bisnis yang meliputi biaya untuk produk, layanan, atau strategi bisnis untuk mengatur semua rencana agar pada saat terjadi kesalahan, maka semua bisa dengan mudah teratasi dengan solusi yang sudah ada.

Pernanan Produk dan Jasa Sistem Informasi


Perusahaan bias saja memanfaatkan sistem informasi untuk menciptakan produk dan jasa baru yang lebih unik ,dan bisa dengan mudah dibedakan dari produk pesaingnya. Sebagian besar prouk dan jasa berbasis teknologi informasi ini diciptakan oleh institusi finansial. City bank mengembangkan anjungan tunai mandiri (ATM) dan kartu debit di tahun 1977. Semisal dalam memberi layanan online elektronic banking sehingga pelanggan bisa melakukan sebagian besar transaksi perbankan melalui komputernya dirumah yang terhubung jaringa internet.





(Mohon maaf apabila ada salah kata atau salah pemahaman karena dalam text tersebut dari pengetahuan saya sendiri dan dari beberapa sumber di bawah ini) .

Sumber 1

Sumber 2