SIX SIGMA DAN TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM)
Six Sigma
Istilah six sigma ini dipopulerkan oleh Motorola, Honeywell, dan General Electric. Six Sigma adalah sebuah proses bisnis yang secara tingkat drastis meningkatkan kinerja dengan cara mendesain dan memonitori kegiatan bisnis setiap hari untuk mengurangi cacat dan sumber daya sementara kepuasan konsumen tetap terjaga. sangat terfokus terhadap pengendalian dalam kualitas dengan mendalami sistem produksi perusahaan secara keseluruhan . Six Sigma, berbagai didefinisikan sebagai suatu filosofi perbaikan terus-menerus, ukuran variasi atau, paling umum, sebuah proses metrik kinerja, adalah sebuah metodologi untuk mengurangi biaya bisnis proses dan limbah, meningkatkan kualitas dan kinerja pengiriman, dan memastikan bahwa kebutuhan klien lebih baik dipahami dan ditemui oleh manajemen dan staf . Seperti proses bagaimana kita tidak akan membuat barang cacat tiap produk atau jasa yang diterima pelanggan, semakin sedikit cacat yang dibuat maka sigma levelnya akan semakin tinggi pula.
Dalam memecahkan suatu masalah, Six Sigma menyediakan beberapa metode metode yang kita singkat sebagai DMAIC. Diantaranya adalah :
- Define yaitu mendefinisikan masalah yang terjadi dalam proses produksi
- Measure yaitu mengukur tingkat kesulitan dan terjadinya produk cacat
- Analyze yaitu mencari sumber atau akar dari masalah
- Improve yaitu menentukan, memprioritaskan dan mengimplementasikan solusi dari tiap masalah yang sudah di validasi
- Control yaitu menjaga agar solusi yang diterapkan berjalan agar masalah tidak muncul kembali
Six sigma bisa dipakai juga sebagai praktek sistem manajemen yang fokusnya pada empat area:
- Memahami siapa pelanggan dan kebutuhan pelanggannya.
- Menyeleraskan strategi dan proses-proses inti dalam memenuhi kebutuhan tersebut.
- Menggunakan analisa data untuk memahami masalah.
- Infrastruktur yang kuat, untuk menjamin jalannya aktivitas berjalan dengan lancar.
Istilah dalam Konsep Six Sigma
1. Black Belts
2. Green Belts
3. Master Black Belts
4. Champion
5. Critical to Quality
6. Defect
7. Defect Per Million Opportunities (DPMO)
8. Process Capability Pelanggan.
9. Variation
10. Stable Operation
11. Design For Six Sigma (DFSS)
12. Define, Measure, Analyze, Improve and Control (DMAIC)
Konsep Six Sigma
Terdapat enam aspek kunci yang perlu diperhatikan dalam aplikasi konsep Six Sigma yaitu :
1. Identifikasi pelanggan anda.
2. Identifikasi produk anda.
3. Identifikasi kebutuhan anda dalam memproduksi produk untuk pelanggan anda.
4. Definisikan oleh proses anda.
5. Hindarkan kesalahan dalam proses anda dan hilangkan semua pemborosan yang ada.
6. Meningkatkan proses anda secara terus-menerus menuju target Six Sigma.
Kelebihan Six Sigma
- Kualitas lebih diperhatikan sehingga produk cacat sangat kecil terjadi
- Waktu pembuatan lebih cepat
- Biaya yang dikeluarkan lebih sedikit
- Kepuasan pelanggan lebih tinggi
- Sifatnya tidak statis
- Dapat diterapkan dalam perusahaan jasa atau non jasa
- Bisa mendapat respon balik dengan cepat dari pelanggan
Kekurangan Six Sigma
- Perlunya ketekunan dalam menjalankan strategi ini karena demi mendapatkan suatu produk yang baik harus dilakukan pemantauan secara teratur
- Perlu orang-orang yang memang terlatih dan memiliki pengetahuan tinggi karena tuntutan untuk terus mengurangi produk cacat
- Dalam perencanaannya perlu waktu yang cukup lama karena harus mencari cara yang dapat memproduksi dengan produk cacat terendah
Total Quality Management
TQM adalah "suatu pendekatan manajemen untuk suatu organisasi yang terpusat pada kualitas, berdasarkan partisipasi semua anggotanya dan bertujuan untuk kesuksesan jangka panjang melalui kepuasan pelanggan serta memberi keuntungan untuk semua anggota dalam organisasi serta masyarakat.". Total Quality Management atau TQM ini menggunakan strategi, data dan komunikasi yang efektif ke dalam kegiatan-kegiatan perusahaan. Singkatnya, Total Quality Management (TQM) adalah pendekatan manajemen untuk mencapai keberhasilan jangka panjang melibatkan Kepuasan Pelanggan.
Manajemen yang dilakukan dalam strategi TQM, yaitu :
- Manajemen Harian
- Manajemen Kebijakan
- Manajemen Cross-functional
- Gugus Kendali Mutu
- Manajemen Keselamatan Kerja
Elemen Pokok TQM
Ada 8 Elemen pokok dalam TQM, yaitu :
1. Fokus pada Pelanggan (Customer Focussed)
Pelanggan merupakan pihak yang wajib menentukan apakah kualitas produk maupun jasa yang dihasilkan perusahaan memenuhi kebutuhan atau tingkatan kualitas yang diinginkannya.Pelangganlah yang menentukan apakah upaya-upaya yang dilakukan bermanfaat atau tidak.
2. Keterlibatan Karyawan secara keseluruhan (Total Employee Involvement)
Karyawan merupakan sumber daya perusahaan yang penting dalam mencapai tujuan yang direncanakannya. Oleh karena itu, keterlibatan karyawan secara keseluruhan dapat mendukung perusahaan dalam melakukan peningkatan proses dan kualitas ,dan Diperlukan pelatihan dan peningkatan terhadap keterampilan karyawan dalam mengerjakan tugasnya.
3. Pemusatan perhatian pada Proses (Process-centered)
Perhatian peningkatan proses yaitu merupakan pondasi dasar dalam sistem manajemen TQM. Proses serangkaian langkah-langkah yang dimulai dari penerimaan INPUT dari supplier dan meng-transformasi-nya menjadi OUTPUT yang akan dikirimkan ke pelanggan.
4. Sistem yang Terintegrasi (Integrated System)
Meskipun terdapat banyak keahlian dan ruang lingkup kerja dalam suatu perusahaan yang membentuk departementalisasi secara vertikal maupun horizontal. Semuanya memerlukan suatu sistem yang terintegrasi dengan baik agar visi, misi, strategi, kebijakan, tujuan dan sasaran perusahaan dapat dikomunikasikan dengan baik dan jelas kepada semua karyawan.
5. Pendekatan Strategi dan Sistematik (Strategy and Systematic Approach)
Salah satu bagian yang penting dalam Manajemen Kualitas adalah pendekatan Strategi dan Sistematik dalam mencapai Visi, Misi dan Tujuan Perusahaan.
6. Peningkatan yang berkesinambungan (Continual Improvement)
Peningkatan berkesinambungan mendorong perusahaan untuk melakukan analisis dan menciptakan cara-cara yang lebih bersaing dan efektif dalam mencapai tujuan perusahaan dan memenuhi harapan semua pihak yang berkepentingan.
7. Keputusan berdasarkan Fakta (Fact-based decision making)
Untuk mengetahui sejauh mana kinerja suatu perusahaan, diperlukan data untuk mengukurnya. TQM mewajibkan perusahaan tesebut untuk mengumpulkan dan melakukan analisis data agar keputusan yang diambil benar-benar akurat dan tepat sasaran.
8. Komunikasi (Communications)
Dalam operasional sehari-hari, perusahaan pasti akan mengalami perubahan baik perubahan dalam strategi, kebijakan, jadwal maupun metode pelaksanaan. Perubahan tersebut perlu dikomunikasikan dengan baik kepada semua karyawan yang bersangkutan. Komunikasi yang baik juga akan menimbulkan motivasi dan semangat kerja dalam mencapai tujuan perusahaannya.
Kelebihan dari Total Quality Management
- Memiliki kerja tim yang baik.
- Kesuksesan bisa bertahan lama karena tujuan TQM adalah untuk kesuksesan jangka panjang.
- Lebih memenuhi kebutuhan pasar.
- Penghargaan diberikan atas kinerja yang baik.
Kelemahan dari Total Quality Management
- Kualitas sering di kesampingkan, Pada banyak organisasi, apabila pemimpin meninggalkan perusahaannya, kualitas kemudian diabaikan.
- Kualitas menjadi masalah yang selalu dihadapi, anyak perusahaan yang membuat kualitas tidak jelas dengan menetapkan tujuan tanpa memilki cara untuk memonitor kemajuan pencapaian tujuan tersebut.
- Kurangnya pemantauan atas cacat produksi
Sebagian Sumber :